Friday, November 28, 2008

Kekuatan Sebuah Doa


Mo cerita dikit sebelum nyampe ke topiknya nih hehe.. Kalopun nggak ngerti, nggak papa kok, karena toh ini adalah sesuatu yg kusimpan untuk diriku sendiri dan bukan untuk menjadi konsumsi publik hwekeke..

Saat memilah isi email pagi ini, aku 'menemukan' ada salah satunya yg belum aku baca sama sekali. Karena penasaran akan judulnya, aku putusin untuk membacanya terlebih dahulu sebelum menilai apakah email ini akan tetap aku simpan ato dilempar ke trash. Dan rupanya, email ini memberikan 'pencerahan' yg baru lagi kepadaku tentang "betapa besarnya kekuatan sebuah doa", karena jujur aja, baru beberapa hari yg lalu aku baru merasakan kembali ketenangan hati setelah beberapa lama mengalami "penindasan secara mental" ^_^

Saat itu, aku merasa nggak punya siapa-siapa sebagai tempat berbagi, karena aku berpikir, kalo aja aku sampe salah omong karena bukti yg kumiliki nggak cukup kuat untuk modalku berargumentasi, hasilnya pasti akan jauh dari harapan. Bisa jadi orang yg kuajak bercerita malah akan memandangku yg bukan-bukan, karena ini berhubungan dengan nama baik seseorang.

Dan satu-satunya jalan yg kupilih untuk menenangkan hati adalah dengan semakin mencoba mendekatkan diri dan hati kepada Sang Khalik, berkali-kali memohon agar aku diberikan ketenangan hati dan pikiran, kelapangan dada dan keikhlasan, dan memohon agar aku diberikan setetes saja kesabaran Rasulullah SAW agar aku dapat menghadapi semua hal yg datang kepadaku dengan sabar dan tetap tersenyum, walaupun mungkin kepalaku sudah 'berasap' saking panasnya ^_^ Aku juga berusaha mendoakan orang-orang yg terlibat agar segera menyadari apa yg terjadi dan langsung berhenti melakukan apa yg nggak seharusnya ia lakukan sejak awal hehe.. *blushing*

Alhamdulillah, aku masih bisa menghadapinya dengan tetap tersenyum, aku mencoba untuk nggak terbawa suasana yg menurutku mulai keruh karena masalah ini sudah berlarut-larut dan terlalu lama menunggu diselesaikan. Aku mencoba mengerti dan menganalisa akar masalahnya kenapa sampai hal ini terjadi dan mengapa harus terjadi (akhirnya aku bersyukur lagi pernah kuliah di Psikologi hehe..). Aku juga berhenti mengangkat permasalahan dan mulai menikmati hidupku seperti sebelumnya, walaupun sedikit menipu diri sendiri karena menganggap bahwa "semua beres untuk saat ini", padahal sebenarnya masalah masih menggantung. Aku pikir, mungkin emang masih butuh waktu agar semua ini bisa selesai sepenuhnya. Tapi rupanya cobaan masih belum selesai, aku yg udah mencoba menghindari "penyegaran topik", malah dipaksa untuk kembali mengingatnya! Jujur, aku marah besar! Dan jujur juga, sampai saat ini pun aku masih belum bisa total menata hatiku kembali. Tapi aku yakin, dengan kekuatan doa dan kesabaran, semua ini pasti bisa teratasi hehe.. This is not my first time to get hurt, so why should I deny it? Allah akan memberikan jalan keluar dari setiap masalah selama kita mau memintanya, betul?

Maaf ya, malah jadi curhat dan panjaaaang pula! Hehe.. Silakan aja dibaca deh sekarang buat yg masih mau baca ^_^


"Kekuatan Sebuah Doa"

Seorang pengusaha sukses jatuh di kamar mandi dan akhirnya stroke. Sudah 7 malam dirawat di RS di ruang ICU. Di saat orang-orang terlelap dalam mimpi malam, dalam dunia roh seorang malaikat menghampiri si pengusaha yang terbaring tak berdaya.

Malaikat memulai pembicaraan, 'Kalau dalam waktu 24 jam ada 50 orang berdoa buat kesembuhanmu, maka kau akan hidup. Dan sebaliknya jika dalam 24 jam jumlah yang aku tetapkan belum terpenuhi, itu artinya kau akan meninggal dunia!'


'Kalau hanya mencari 50 orang, itu mah gampang... ' kata si pengusaha ini dengan yakinnya.


Setelah itu Malaikat pun pergi dan berjanji akan datang 1 jam sebelum batas waktu yang sudah disepakati.


Tepat pukul 23:00, Malaikat kembali mengunjunginya; dengan antusiasnya si pengusaha bertanya, 'Apakah besok pagi aku sudah pulih? Pastilah banyak yang berdoa buat aku, jumlah karyawan yang aku punya lebih dari 2000 orang, jadi kalau hanya mencari 50 orang yang berdoa pasti bukan persoalan yang sulit'.


Dengan lembut si Malaikat berkata, 'Anakku, aku sudah berkeliling mencari suara hati yang berdoa buatmu tapi sampai saat ini baru 3 orang yang berdoa buatmu, sementara waktumu tinggal 60 menit lagi. Rasanya mustahil kalau dalam waktu dekat ini ada 50 orang yang berdoa buat kesembuhanmu'.


Tanpa menunggu reaksi dari si pengusaha, si malaikat menunjukkan layar besar berupa TV siapa 3 orang yang berdoa buat kesembuhannya. Di layar itu terlihat wajah duka dari sang istri, di sebelahnya ada 2 orang anak kecil, putra putrinya yang berdoa dengan khusuk dan tampak ada tetesan air mata di pipi mereka.


Kata Malaikat, 'Aku akan memberitahukanmu, kenapa Tuhan rindu memberikanmu kesempatan kedua? Itu karena doa istrimu yang tidak putus-putus berharap akan kesembuhanmu'
.

Kembali terlihat dimana si istri sedang berdoa jam 2:00 subuh, ' Tuhan, aku tahu kalau selama hidupnya suamiku bukanlah suami atau ayah yang baik! Aku tahu dia sudah mengkhianati
pernikahan kami, aku tahu dia tidak jujur dalam bisnisnya, dan kalaupun dia memberikan sumbangan, itu hanya untuk popularitas saja untuk menutupi perbuatannya yang tidak benar dihadapanMu. Tapi Tuhan, tolong pandang anak-anak yang telah Engkau titipkan pada kami, mereka masih membutuhkan seorang ayah. Hamba tidak mampu membesarkan mereka seorang diri.'

Dan setelah itu istrinya berhenti berkata-kata tapi air matanya semakin deras mengalir di pipinya yang kelihatan tirus karena kurang istirahat'.


Melihat peristiwa itu, tanpa terasa, air mata mengalir di pipi pengusaha ini. Timbul penyesalan bahwa selama ini bahwa dia bukanlah suami yang baik. Dan ayah yang menjadi contoh bagi anak-anaknya. Malam ini dia baru menyadari betapa besar cinta istri dan anak-anak padanya.


Waktu terus bergulir, waktu yang dia miliki hanya 10 menit lagi, melihat waktu yang makin sempit semakin menangislah si pengusaha ini,penyesalan yang luar biasa. Tapi waktunya sudah terlambat! Tidak mungkin dalam waktu 10 menit ada yang berdoa 47 orang!

Dengan setengah bergumam dia bertanya,'Apakah diantara karyawanku, kerabatku, teman bisnisku, teman organisasiku tidak ada yang berdoa buatku?'

Jawab si Malaikat, 'Ada beberapa yang berdoa buatmu.Tapi mereka tidak Tulus. Bahkan ada yang mensyukuri penyakit yang kau derita saat ini. Itu semua karena selama ini kamu arogan, egois, dan bukanlah atasan yang baik. Bahkan kau tega memecat karyawan yang tidak bersalah'.


Si pengusaha tertunduk lemah, dan pasrah kalau malam ini adalah malam yang terakhir buat dia. Tapi dia minta waktu sesaat untuk melihat anak dan si istri yang setia menjaganya sepanjang malam.
Air matanya tambah deras, ketika melihat anaknya yang sulung tertidur di kursi rumah sakit dan si istri yang kelihatan lelah juga tertidur di kursi sambil memangku si bungsu.

Ketika waktu menunjukkan pukul 24:00, tiba-tiba si Malaikat berkata,'Anakku, Tuhan melihat air matamu dan penyesalanmu!! Kau tidak jadi meninggal, karena ada 47 orang yang berdoa buatmu tepat jam 24:00'.


Dengan terheran-heran dan tidak percaya, si pengusaha bertanya siapakah yang 47 orang itu. Sambil tersenyum si Malaikat menunjukkan suatu tempat yang pernah dia kunjungi bulan lalu.


'Bukankah itu Panti Asuhan?' kata si pengusaha pelan. 'Benar anakku, kau pernah memberi bantuan bagi mereka beberapa bulan yang lalu, walau aku tahu tujuanmu saat itu hanya untuk mencari popularitas saja dan untuk menarik perhatian pemerintah dan investor luar negeri. '


'Tadi pagi, salah seorang anak panti asuhan tersebut membaca di koran kalau seorang pengusaha terkena stroke dan sudah 7 hari di ICU. Setelah melihat gambar di koran dan yakin kalau pria yang sedang koma adalah kamu, pria yang pernah menolong mereka dan akhirnya anak-anak panti asuhan sepakat berdoa buat kesembuhanmu. '


Doa sangat besar kuasanya. Tak jarang kita malas. Tidak punya waktu. Tidak terbeban untuk berdoa bagi orang lain.


Ketika kita mengingat seorang sahabat lama/keluarga, kita pikir itu hanya kebetulan saja padahal seharusnya kita berdoa bagi dia. Mungkin saja pada saat kita mengingatnya dia dalam keadaan butuh dukungan doa dari orang-orang yang mengasihi dia.


Disaat kita berdoa bagi orang lain, kita akan mendapatkan kekuatan baru dan kita bisa melihat kemuliaan Tuhan dari peristiwa yang terjadi.


Hindarilah perbuatan menyakiti orang lain... Sebaliknya perbanyaklah berdoa buat orang lain.


Terima kasih
...

Karena pahlawan sejati, bukan dilihat dari kekuatan fisiknya, tapi dari kekuatan hatinya.

Katakan ini dengan pelan,
'
Ya Allah, saya mencintai-MU dan membutuhkan-MU, datang dan terangilah hati kami sekarang...'.

14 comments:

-G- on November 28, 2008 7:13 AM said...

Intercessory prayer alias bersyafaat untuk oranglain, itu memang nilai yang paling tinggi dalam doa--melepaskan kebutuhan sendiri karena lebih perduli pada penderitaan oranglain, menyelamatkan jiwa (^_^)

Thanks Ulie untuk sharingnya, smoga permasalahannya cepat selesai ya.. Biasanya dengan berjalannya waktu ada beberapa hal yang terbuka dan terurai dengan sendirinya, dan biasanya juga, cepat atau lambat yg mmg benar akan keliatan dan yg ga benar juga akan ketahuan, so just be patient.

Pagi2 jadi diingatkan untuk sungguh2 berdoa, bukan hny utk kepentingan sendiri tapi utk orglain yg sangat membutuhkan dukungan doa (^_^) Thanks lagi..

*hugs*

Ulie Azhar on November 28, 2008 7:38 AM said...

Aku SAYAAAAANGGGGGGG banget deh sama mbak G! *big hug*

fauzan on November 28, 2008 8:47 AM said...

iya mbak doa memiliki kekuatan yang besar, dengan berdoa kita bisa menjadi tenang, karena kita mempercayakan urusan kepada yang maha mengetahui. Kita pun dianjurkan berdoa untuk setiap persoalan yang kita hadapi walaupun itu sepele..
Tidak ada doa yang tidak dijawab oleh Allah. Dengan berdoa kita juga bisa "curhat" kepadaNya

Erik on November 28, 2008 8:50 AM said...

Ber'doalah dengan hatimu, dengan sepenuh harapan. Dan yakinlah akan diberikan jalan yg terbaik buat Ulie.

Berdo'a dan tetap berpikir positif ya Ulie...

Thx ya sharingnya

ve on November 28, 2008 9:12 AM said...

kereeeeeeeeen kak aq sampe terharu biru baconyooo hiks hiks

kakak aq sikok ini emang TOP BGT hehehe...

Retrira on November 28, 2008 10:00 AM said...

Thanks udah sharing ceritanya..

Jadi ngingetin untuk banyak berdoa..terutama berdoa untuk orang lain...

salam kenal jeung!

Milla Widia N on November 28, 2008 11:31 AM said...

Jadi intinya adalah kita harus selalu banyak berdoa dengan tulus.

nice posting ;)

Erik on November 28, 2008 1:23 PM said...

Ulie, blog saya hari ini terhapus.. hilang semuanya

Saya baru buat ulang lagi. Ulie daftar ulang ya di folowwernya

ipanks on November 28, 2008 11:12 PM said...

doa emang selalu membantu kita, baik kita lagi susah atau senang. dengan berdoa hati kita juga bisa lebih tenang.

ipanks on November 28, 2008 11:13 PM said...

yuk kita berdoa supaya kita selalu dalam lindungan-Nya

ipanks on November 28, 2008 11:13 PM said...

berdoa selesai, dan marilah kita lanjutkan lagi BW nya ke rumah temen2 yg lain heheheh :D :P

Ade on November 29, 2008 10:48 AM said...

Duh.. jadi teringat pelajaran di quantum ikhlas.. Makasih ya lie, dah diingetin lagii..

belly wijaya on November 30, 2008 9:55 AM said...

berdoa, bersyukur, dan ikhlas.
Hanya itu yang bisa jadi lilin saat hati ini gelap gulita.

makasih mbak dah diingatkan..

Nyante Aza Lae on December 01, 2008 3:18 PM said...

kirim al fatehah 10 kali tiap abis maghrib tuk ortu! nyante aza mbak...

 

..::|| Ulie Punya Diary ||::.. Copyright © 2009 Girlymagz is Designed by Bie Girl Vector by Ipietoon