Thursday, February 3, 2011

Detoksifikasi: Sekarang atau Nanti?


GONG XI FA CAI!

Dalam suasana tahun baru Imlek 2562 ini, mungkin nggak ada salahnya kalo aku posting tentang gaya hidup yang lebih baik sebagai resolusi tahun baru Imlek (mungkin alm. mbah buyutku akan senang di alam sana karena aku lebih memilih tahun baru Imlek sebagai pembuka resolusi tahun baru ketimbang tahun baru Masehi wkwkwk.. #tidaklupaleluhurdotcom)

Dalam kehidupan yang serba instant, cepat dan makin canggih, banyak produk yang diolah dengan cepat. Banyaknya restoran cepat saji yang menyajikan makanan dengan rendah serat dan kaya lemak, serta pemakaian bahan pengawet, bahan pewarna, serta bahan kimia lain.

Bahan pangan pun juga berasal dari percepatan proses dengan pupuk organic, pestisida. Hewan ternak menggunakan obat hormone sehingga usia semakin pendek, sehingga bilamana bahan-bahan ini bila dikonsumsi terus menerus maka zat-zat tersebut tidak bisa terurai oleh system metabolisme. Akibatnya terjadi penumpukkan racun di dalam tubuh kita.

Secara alamiah sebenarnya tubuh sudah melakukan detoksifikasi secara ringan, seperti buang air besar ataupun buang air kecil. Tetapi proses ini ada kalanya tidak memadai terutama jika jumlah toksin yang terbentuk lebih banyak daripada yang dapat dikeluarkan Pikiran, emosi dan stress juga berpotensi meningkatkan jumlah toksin dalam tubuh.

Fungsi usus dalam menyerap makanan untuk nutrisi tubuh akan terhambat bilamana hal ini terjadi. Bila hal ini dibiarkan terlalu lama, maka tubuh akan banyak mengalami gangguan. Tubuh akan berada dalam keadaan kondisi asidosis (kondisi dimana keasaman tubuh sudah terlalu tinggi sehingga tubuh rentan terhadap penyakit).

Gejala awal asidosis : sering sakit kepala, asma, sinusitis, mudah alergi, sering batuk, pilek, jerawat, bisul, eksim, keputihan, bau nafas tidak sedap, keringat berbau menyengat sering nyeri otot dan persendian, lesu kronis, dan kelebihan berat badan.

Racun yang menumpuk dalam tubuh sebenarnya dapat dikeluarkan dengan menerapkan pola makan tertentu. Inilah yang disebut diet detoksifikasi. Menurut Riani Susanto ND. CT, spesialis detoksifikasi dan Healthy Choice lulusan Southern College of Naturopathic Medicine, Waldrom, Arkansas, Amerika Serikat, diet detoksifikasi berfungsi untuk memberi gizi pada organ-organ tubuh yang bertugas mengeluarkan racun. Dengan pemberian gizi yang baik, organ-organ tersebut dapat be­kerja maksimal. Racun-racun yang menumpuk pun dapat dikeluarkan.

Untuk melakukan detoksifikasi, diperlukan motivasi tinggi dari orang yang ingin melakukannya. Detoksifikasi hanyalah sarana. Keberhasilannya terletak pada niat dan upaya pelakunya. "Yang paling perlu dipersiapkan sebelum melakukan detoks adalah pikiran dan hati. Fisik hanya pengikut. Sebelum membersihkan fisik, pikiran dan hati harus dibersihkan dulu," ujar Riani. Menurutnya, penyakit dimulai dari pikiran. Sebab itu, saat melakukan detoks pikir­an harus tenang, kalem, tubuh juga rileks.


Apa itu detoksifikasi?
Detoksifikasi adalah proses pembuanan racun dari dalam tubuh. Proses ini sangat positif karena membantu tubuh melakukan proses pembersihan diri secara alami. Akan muncul tanda-tanda tertentu sebagai akibat pembersihan racun (toxin) dalam jumlah besar.

Setelah tubuh mengalami detoksifikasi, maka tubuh akan merasa lebih kreatif, bersemangat, produktif, rileks dan nyaman.


Apakah detoksifikasi terjadi pada semua orang?
Tidak semua orang mengalami detoksifikasi.


Faktor apa yang menentukan?
Setiap orang mempunyai metabolisme yang berbeda, maka yang muncul dalam proses detoksifikasi setiap oang juga berbeda. Perbedaan ini sangat tergantung pada BANYAKNYA RACUN dalam tubuh dan KEPEKAAN (derajat sensifitas) tubuh pada perubahan.


Tanda-tanda detoksifikasi:
* Sakit kepala (gejala ini sering muncul pada pecandu obat, kopi, teh maupun rokok)
* Mual, kembung, sembelit atau sering buang air besar (mirip diare tapi tidak lama)
* Pilek, flu, demam ringan
* Nyeri pada otot dan persendian
* Gangguan pada kulit berupa gatal, ruam merah
* Gangguan emosi (cemas, uring-uringan, gelisah). Gejala ini disebabkan menurunnya gula darah, yang merupakan cara alamiah tubuh melakukan penghematan energi selama masa puasa. Sifatnya hanya sementara.
* Kedinginan. Tubuh akan menurunkan temperaturnya karena energi yang biasa dipakai untuk menghangatkan tubuh akan lebih banyak dipakai untuk mempercepat proses detoksifikasi.
* Perubahan warna air seni menjadi lebih pekat. Menandakan tubuh mulai mengeluarkan toxin.


Manfaat detoksifikasi:
1. Mencegah penyakit
2. Mengistirahatkan organ tubuh
3. Membersihkan bagian dalam tubuh
4. Membersihkan jerawat
5. Memperlambat proses penuaan
6. Meningkatkan fleksibilitas tubuh
7. Meningkatkan fertilitas (kesuburan)
8. Membantu menurunkan berat badan
9. Mendapatkan kulit yang lebih bersih
10. Rambut yang lebih sehat, kuku yang kuat dan berenergi
11. Menenangkan pikiran, khususnya jika dipadukan dengan meditasi.


Bagaimana menghilangkan tanda-tanda detoksifikasi?
Minum air putih yang banyak, minimal 3 liter setiap hari selama program/detoksifikasi. Selama proses detoksifikasi berlangsung, sebaiknya justru tidak minum obat apapun. Obat akan menghambat proses pengeluaran toxin dalam tubuh. Kemampuan obat hanyalah meredam gejala penyakit, tetapi tidak menghilangkan penyebabnya.


Tips mengatasi reaksi detoksifikasi:
1. Jangan melakukan aktifitas yang menguras energi
2. Jangan berpanas-panas di terik matahari
3. Minum air putih yang banyak. Jangan makan makanan padat.
4. Segera berbaring atau tidur di tempat yang sejuk


Manfaat air putih:
* Menekan selera makan.
* Melancarkan fungsi ginjal
* Menghilangkan konstipasi (sembelit)
* Sebagai katalisator proses metabolisme lemak menjadi energi. Jika kurang minum air putih = Berat Badan tidak turun karena metabolisme lemak terganggu.
* Bila anda merasa lapar, belum tentu kekurangan makanan, kemungkinan kurang minum air putih. Minumlah, rasa lapar anda akan hilang
* Ginjal bekerja membuang sampah dan racun dalam tubuh kita. Terutama selama penurunan berat badan, tubuh mempunyai lebih banyak sampah yaitu lemak sudah dibakar yang harus dibuang. Makin banyak minum air putih, kerja ginjal makin ringan dan makin cepat anda turun berat badan.
* Kalau anda banyak minum air putih, maka akan memperlancar pencernaan dan buang air besar.


Bagaimana cara kerja detoksifikasi?
Tubuh merupakan organisme yang sangat kompleks tempat berlangsungnya proses pertumbuhan dan pembaharuan sel yang berlangsung terus-menerus. Jika Anda memasukkan racun ke dalam tubuh, maka tubuh akan segera memprosesnya untuk mengurangi bahaya. Hal ini akan membuat tubuh kekurangan energi untuk membersihkan, menyembuhkan, dan memperbaiki diri. Jika proses ini terus berlangsung, maka tubuh tidak bisa terus bertahan dan memaksa hati dan ginjal untuk bekerja lebih keras. Hal ini akan mengurangi performa tubuh.

Saat Anda melakukan detoksifikasi, berarti Anda berhenti memenuhi tubuh dengan berbagai komponen berbahaya. Selain itu, detoksifikasi juga menyediakan nutrisi tepat yang berfungsi mempercepat pengeluaran racun dan memicu pertumbuhan sel baru. Begitu Anda meremajakan sel-sel, Anda akan terlihat dan merasa lebih muda.


Makanan apa yang tepat?
Menurut badan kesehatan dunia (WHO), vitamin A, C, dan E sangat penting bagi kesehatan. Vitamin ini bersama dengan l selenium dikenal sebagai antioksidan. Antioksidan ini tidak hanya berperan melawan infeksi minor tetapi juga penyakit degeneratif seperti kanker dan penyakit jantung, serta mencegah penuaan dini. Bahan super ini bekerja dengan cara mengeluarkan dan melawan radikal bebas.

Karena itu, Anda perlu mengonsumsi antioksidan sebanyak mungkin untuk membersihkan tubuh. Bagaimana cara mendapatkannya? Salah satu cara terbaik adalah dengan mengonsumsi buah-buahan dan sayur-sayuran. Tetapi ada baiknya dikonsumsi dalam keadaan mentah mengingat banyak nutrisi yang akan rusak selama proses memasak.

Untuk mendapatkan hasil detoksifikasi yang maksimal, ada baiknya konsumsi makanan mentah dan jus segar. Jus buah dan sayur merupakan makanan yang sangat penting dalam keseluruhan proses. Jus ini tetap mengandung nutrisi yang terdapat pada sayur dan buah utuh serta mudah diserap oleh tubuh.


Bagaimana cara memulai diet?
Anda bisa memilih berbagai jenis jus dan salad kemudian padukan dengan pola diet harian Anda. Konsumsi salad dan jus tersebut sebanyak yang Anda bisa. Jangan lupa juga makan banyak buah sebagai kudapan dan paling tidak disertai dengan 2 gelas jus segar setiap hari, teh herbal dan tentu saja perbanyak asupan air.

Mulailah dengan jus yang berfungsi untuk mengeluarkan racun, kemudian lanjutkan dengan makanan bernutrisi yang bisa memicu pertumbuhan sel-sel baru. Diet bisa berlangsung selama 2-4 minggu.


Berikut contoh diet detoksifikasi yang bisa menjadi panduan Anda dalam memulai diet Anda.

Dua hari pertama:

Sarapan: Yogurt murni dengan biji-bijian, apel dan jus wortel

Pertengahan pagi: Apel

Makan siang: Salad sebanyak yang bisa Anda makan. Saladnya bisa terbuat dari bahan mentah seperti ketimun, lobak, bawang merah, serta sayuran hijau lainnya.

Pertengahan siang: Apel

Makan malam: Konsumsi salad buah sebanyak yang Anda bisa. Saladnya bisa terbuat dari variasi buah segar atau jus apel sebagai pemanis.

Pastikan minum banyak air dan teh herbal sepanjang hari. Dan untuk selanjutnya, Anda bisa memadukan dengan pola diet Anda sehari-hari.


Selain itu, tubuh kita juga melakukan detoksifikasi alami setiap malam, di saat kita tidur, terutama untuk membersihkan hati dari segala racun (yang bahkan dapat menyebabkan kanker hati). Bisa dikatakan, penyebab utama kerusakan hati adalah :

1. Tidur terlalu malam dan bangun terlalu siang adalah penyebab utama.
2. Tidak buang air di pagi hari.
3. Pola makan yang terlalu berlebihan.
4. Tidak makan pagi.
5. Terlalu banyak mengkonsumsi obat-obatan.
6. Terlalu banyak mengkonsumsi bahan pengawet, zat tambahan, zat pewarna, pemanis buatan.
7. Minyak goreng yang tidak sehat.
Sedapat mungkin kurangi penggunaan minyak goreng saat menggoreng makanan, hal ini juga berlaku meski menggunakan minyak goreng terbaik sekalipun seperti olive oil. Jangan mengkomsumsi makanan yang digoreng bila kita dalam kondisi penat, kecuali dalam kondisi tubuh yang fit.
8. Mengkonsumsi masakan mentah (sangat matang) juga menambah beban hati. Sayur mayur dimakan mentah atau dimasak matang 3 – 5 bagian. Sayur yang digoreng harus dimakan habis saat itu juga, jangan disimpan.

Kita harus melakukan pencegahan dengan tanpa mengeluarkan biaya tambahan. Cukup atur gaya hidup dan pola makanan sehari-hari. Perawatan dari pola makan dan kondisi waktu sangat diperlukan agar tubuh kita dapat melakukan penyerapan dan pembuangan zat-zat yang tidak berguna sesuai dengan jadwalnya.

Sebab:

Malam hari pkl 9 – 11 : adalah pembuangan zat-zat tidak berguna/beracun (de-toxin) di bagian sistem antibodi (kelenjar getah bening). Selama durasi waktu ini seharusnya dilalui dengan suasana tenang atau mendengarkan musik. Bila saat itu seorang ibu rumah tangga masih dalam kondisi yang tidak santai seperti misalnya mencuci piring atau mengawasi anak belajar, hal ini dapat berdampak negatif bagi kesehatan.

Malam hari pkl 11 – dini hari pk 1 : saat proses de-toxin di bagian hati, harus berlangsung dalam kondisi tidur pulas.

Dini hari pkl 1 – 3 : proses de-toxin di bagian empedu, juga berlangsung dalam kondisi tidur.

Dini hari pkl 3 – 5 : de-toxin di bagian paru-paru. Sebab itu akan terjadi batuk yang hebat bagi penderita batuk selama durasi waktu ini. Karena proses pembersihan (de-toxin) telah mencapai saluran pernafasan, maka tak perlu minum obat batuk agar supaya tidak merintangi proses pembuangan kotoran.

Pagi pkl 5 -7 : de-toxin di bagian usus besar, harus buang air di kamar kecil.

Pagi pkl 7 – 9 : waktu penyerapan gizi makanan bagi usus kecil, harus makan pagi. Bagi orang yang sakit sebaiknya makan lebih pagi yaitu sebelum pk 6:30. Makan pagi sebelum pk 7:30 sangat baik bagi mereka yang ingin menjaga kesehatannya. Bagi mereka yang tidak makan pagi harap merubah kebiasaannya ini, bahkan masih lebih baik terlambat makan pagi hingga pk 9 -10 daripada tidak makan sama sekali.

Tidur terlalu malam dan bangun terlalu siang akan mengacaukan proses pembuangan zat-zat tidak berguna. Selain itu, dari tengah malam hingga pukul 4 dini hari adalah waktu bagi sumsum tulang belakang untuk memproduksi darah. Sebab itulah, tidurlah yang nyenyak dan jangan bergadang.



Oke, sekarang aku mengerti bahwa gaya hidupku saat ini (amat sangat) jauh dari yang namanya gaya hidup sehat. Nggak mudah sih untuk mengubahnya, karena tidak hanya menyangkut soal makanan, tapi juga jam tidur (d'ooohh). Baiklah, mari kita mulai malam ini, no more tv show after Opera Van Java.. hiks hiks hiks..


Sumber:
- kaskus
- http://www.jadilangsing.com/exercise/exercise_detail.asp?id=4
- http://www.mediaindonesia.com/mediahidupsehat/index.php/read/2009/09/06/1590/3/Istirahatkan-Tubuh-dengan-Detoksifikasi

4 comments:

Athan "themozzie" on February 04, 2011 10:00 AM said...

sangat bermanfaat sekali ...
nambah ilmu ...

armouris on February 04, 2011 11:36 AM said...

info tentang buang toksin di SIHAT SELALU - Koyok Kaki Buang Toksin

Ulie Azhar on February 04, 2011 3:02 PM said...

@athan: sesama tukang begadang hehe..

@armouris: terima kasih, nanti saya mampir juga ya :)

RULLY IRAWAN on April 19, 2014 10:12 PM said...

Terimakasih untuk artikel detoksifikasi nya berguna banget buat saya yg pengen banget nurunin berat bada...thanks ya>>

 

..::|| Ulie Punya Diary ||::.. Copyright © 2009 Girlymagz is Designed by Bie Girl Vector by Ipietoon