Friday, June 6, 2008

I Hate Mosquitos!

Mosquito!

Aku berani bilang bahwa aku adalah pembenci makhluk ini nomer wahid!

Benciiiii....banged dah sama makhluk kecil yg selalu berbunyi ngang-nging kalo lagi seliweran terbang di sekitarku ini!

Rasanya parno klo dah liat nyamuk...cuma denger suaranya pun dah bisa bikin aku panik dan marah-marah gak keruan :(

Aku benci rasa gatal yg disebabin bekas gigitannya.
Aku benci kulitku yg selalu jadi merah dan bentol (bahkan beberapa di antaranya jadi luka karena digaruk) gara-gara sengatannya.
Aku benci waktu tidurku yg amat-sangat berharga itu dihajar oleh bunyi kepakan sayap yg menjengkelkan itu.
Aku benci perasaan diteror kalo tiba-tiba ada nyamuk yg terbang tanpa permisi di depanku.
Pokoknya, aku benci nyamuk!

Aku bisa jadi pembunuh paling berdarah dingin saat harus berurusan dengan nyamuk. Pernah suatu ketika aku dengan sukarela duduk di ruang depan, menunggu kedatangan dan serbuan serangan dari ribuan nyamuk haus darah yg ingin menikmati darah segar yg mereka pikir bisa mereka peroleh dariku. And you know what? Mereka salah besar! Aku sudah siap sedia menyambut serangan mereka dengan obat anti nyamuk di tangan yg bisa membuat mereka langsung terbang ke alam lain tanpa basa-basi dengan hanya sekali semprot saja!

Tunggu sebentar.
Ada yg datang dari arah jam 3..semprot! Mati dua.

Tunggu lagi..ada yg datang dari arah jam 12..tembak! Mati satu.

Begitu seterusnya, sampai saat aku merasa nggak ada lagi nyamuk yg tersisa, baru aku berdiri sambil tersenyum puas. Dendamku terbalaskan malam ini! Dengan perasaan songong yg nggak pada tempatnya, aku memandangi lantai yg kini berhiaskan puluhan nyamuk yg terkapar nggak berdaya di atas lantai yg kini terlihat basah dan berminyak. Melihat ada yg mencoba menggelepar pun aku langsung menyemprotkan obat anti nyamuk dengan segera. Kalo mo dipikir dengan akal sehat, bodoh banget ya aku..mau-maunya dibodohi oleh nyamuk..hiks.. Tapi aku bener-bener dibutakan oleh tubuh yg gatal-gatal serta bunyi kepakan sayap si nyamuk yg telah berkali-kali meneror waktu tidurku itu.

Maapin aku ya 'Muk..tapi kamu salah pilih korban sih.. :(
Continue Reading...

Get 18%, insya Allah

After grabbing the 15% on May, I'll try my best to get the 18% this month.

GO MANAGER 18% ON JUNE!
Continue Reading...

Sang maniak sticker

Sejak kecil, beberapa kelakuan adik bungsuku ini emang rada nyeleneh. Dia suka banget menghiasi barang-barangnya dengan sticker! Dan bukan hanya satu-dua, tapi ia selalu menempeli sticker hingga barang itu seakan-akan diselimuti sticker saking penuhnya! Dan yg lebih menyebalkan, stickernya barang gratisan! Mulai dari hadiah permen murahan sampe sticker otomotif yg diperoleh dari pameran, gratis! Dan ia nggak pilih-pilih tempat, mulai dari cermin di kamarnya, pintu lemari pakaian, container tempat ia menyimpan pakaian dalam, pintu kamar, hingga...kaca jendela mobil! Seakan-akan menurutnya sticker adalah sesuatu yg bisa memberi keindahan pada suatu barang yg terlihat kosong-melompong dan nggak indah dipandang mata.. Anehnya, yg menjadi sasaran tangan jahilnya hanya mobil Papa. Saat ia memiliki mobil sendiri, apalagi ia pernah disuruh bawa Vios, nggak sekalipun ia tergoda untuk mendandani mobilnya dengan sticker! Curang banget ya?

Papa udah menyadari gelagat gak beres dari hobbynya adikku ini sejak ia masih kecil, karena hidup Papa udah gak bisa tenang sejak Dedek (nama panggilannya karena ia anak bontot) mulai merajah kaca mobil sebagai media kreatifitasnya yg baru: menghiasi semua bidang kosong yg dilihatnya dengan persediaan stickernya! Sampai-sampai Papa merasa harus memberi 'petuah' sederhana setiap kali Papa menggantu mobilnya dengan yg baru: "Dek, jangan ditempelin sticker lagi ya!". Dedek hanya diam, tapi dalam hati aku tahu pasti suatu saat salah satu stickernya akan tetap 'mampir' di kaca jendela belakang mobil Papa dan tetap bisa terbebas dari kemarahan Papa hehe...

Kejadian yg paling aku inget adalah saat kami sekeluarga (minus Pipit karena ia masih di Yogya) pergi jalan-jalan ke Jambi di malam tahun baru 1997. Saat itu Dedek baru berusia 12 tahun (ia berulang tahun ke-12 tgl 6 Desember 1996). Tubuhnya sudah terlihat bongsor kayak anak 15 tahun, tapi tetap dengan tampang dan kelakuan 'bayi' berumur 12 tahun.

Perjalanan pergi ke Jambi dilalui dengan tenang, berangkat sekitar pkl 5 sore dan tiba di sana saat jam menunjukkan hampir pukul 9 malam. Setelah check in dan mandi di hotel, Papa mengajak keluar untuk makan malam dan berburu durian. Yummy!

Besok paginya, setelah sarapan dan beres-beres, kami langsung check out dengan tujuan ke salah satu pasar yg katanya banyak menjual barang-barang bermerk (asli!) dengan harga yg cukup miring. Aku udah lupa namanya, yg jelas disana aku memilih parfum ... berukuran 50 ml dengan hanya 70 Ribu! Selain itu 2 kaset Best of Mr.Big dan White Lion juga masuk ke kantong. Aku udah nggak inget lagi mama dan adik-adikku belanja apa aja, tapi yg mo aku ceritain adalah kejadian saat perjalanan pulang ke Palembang. Sekitar pukul 4.30 sore, Papa mengajak mampir di salah satu rumah makan Padang yg banyak tersebar di jalan raya lintas Sumatera untuk makan dan sholat Ashar. Berhubung aku dan adik-adikku makan dan sholat lebih cepat dari kedua orang tua kami, akhirnya aku, Iman dan Dedek memutuskan untuk kembali ke mobil. Begitu tiba di mobil, dengan santainya Dedek membuka tasnya dan mengeluarkan...sticker! Padahal baru tadi siang Papa kembali mengulang harapannya agar Dedek nggak kembali mengotori mobil dengan koleksi stickernya. Saat Dedek membersihkan kaca jendela belakang mobil sebelum menempelkan sticker (kali ini ia membawa sticker dari Sea World yg bergambar lumba-lumba itu!), aku mencoba ngingetin apa yg Papa katakan tadi. Lagi-lagi dengan santainya ia menjawab (sambil tetap meneruskan pekerjaannya tanpa merasa ada interupsi sama sekali): "Biarin aja, Papa juga nggak akan marah kok kalo udah kepalang ditempel. Makanya diem-diem aja ya!".

Busyet! Gw diajakin sekongkol dalam 'kejahatan' oleh anak 12 taon!

Aku cuma jawab, terserah aja deh, dan hanya berdiri ngeliatin kesibukannya menempelkan sticker. Tepat saat ia selesai, Papa dan Mama keluar dari rumah makan menuju tempat kami berdiri di belakang mobil. Entah kenapa Papa menyusul kami dan bukannya langsung menyuruh masuk ke mobil. Olala, rupanya Papa udah punya firasat buruk! Begitu melihat sudut kaca jendela mobil sudah berhiaskan lumba-lumba tertawa, Papa langsung bilang: "Ini pasti kerjaannya Dedek! Orang tadi sticker ini belom ada kok". Dengan tampang tanpa rasa bersalah Dedek langsung nyengir dan naik ke mobil. Aku cuma bisa cengar-cengir liat ekspresi Papa yg keliatan banget lagi gondok tapi nggak bisa apa-apa.

Aku pikir kegilaannya pada sticker akan hilang seiring berlalunya waktu. Tapi rupanya pikiranku salah! Karena sampe hari ini pun Dedek masih tetap menjadi adikku yg maniak sticker. Barang-barang di kamar kostnya (yg kebanyakan adalah warisanku saat aku keluar dari Bandung) dipenuhi oleh sticker-sticker nggak jelas dan nggak mutu! Pintu lemari pakaian, container, cermin gede, 2 meja pendek untuk komputer dan TV, semua dipenuhi sticker. Bahkan mantan TV-ku pun nggak terbebas dari sticker! Begitu aku melihat motor dan helmnya, wah parah..stickernya dimana-mana! Kalo aku protes soal sticker-sticker ini (bahkan menghina :p), dengan tenangnya ia akan menjawab: "Mataku sakit kalo ngeliat tempat-tempat kosong. Kan lebih indah kalo dipenuhi sticker? Dan lagi kasian orang yg udah ngasiin kalo nggak dipake".

Weks! Alasan yg nggak bermutu sekali! :-o
Continue Reading...

Shrek Lover

Masih mo cerita tentang Fathir nih. Sejak berusia 1 tahun di Februari kemarin, kliatannya Fathir mulai bisa menikmati film kartun. Ia bahkan bisa bangun jam 5 pagi hanya untuk nonton Dora the Explorer! Hihihi...

Gara-gara itu, aku bela-belain berangkat ke Karawaci dan memboyong semua DVD film kartunku ke Kebayoran. Demi keponakanku tercinta, supaya nggak teracuni virus mamanya yg ketagihan nonton infotainment. Ya iyalah, aku nggak mau Fathir tumbuh jadi bocah yg maniak nonton gosip artis! :(

Mulai dari Meet the Robinsons, The Simpsons, sampai Shrek 1-3, semuanya kusuguhkan ke Fathir saat aku punya waktu untuk menimang-nimangnya. Dan itu berhasil "menjinakkan" Fathir saat ia sedang berada dalam keadaan yg merepotkan. Dalam artian sulit diajak duduk diam karena ia seringkali memaksa bahkan sampe menangis kalo lagi pingin jalan-jalan di saat matahari di luar sana sedang tidak bersahabat (baca: terik menyengat :p).

Dan hebatnya, Fathir udah bisa memilih film mana yg ia sukai! Ia bisa duduk tenang (bahkan terpaku) di depan TV saat sedang diputarkan film favoritnya: Shrek. Yups, Shrek! Kalo sebelumnya ia amat suka nonton Dora, sekarang ia punya favorit lain hehe... Kemarin aku membeli DVD-nya Monster, Inc. Sempet terpikir, kira-kira nih anak bakalan takut nggak ya nonton yg ini? Secara tokoh-tokohnya kan bentuknya ajaib semua. Tebakanku nyaris benar, karena Fathir sempet ketakutan saat opening-nya. Tapi saat monster yg pertama tampil terjatuh dan ceritanya jadi kocak, Fathir jadi tenang bahkan reaksinya jadi sama kaya waktu nonton Shrek: matanya lurus terpaku ke layar TV! Sekali-sekali tertawa sendiri saat ada adegan yg (mungkin) menurutnya lucu. Seneng banget kalo liatnya kaya gitu hehe... Mukanya lutu bangeeeddd....!

Dan begitu filmnya selesai, ada 2 option: matikan DVD dan biarkan Fathir main kalo emang kliatannya nggak ngantuk, ato sedikit memaksa Fathir untuk tidur kalo matanya udah mulai bengkak karena menahan kantuk. Banyak cara untuk "memaksa" Fathir tidur. Mulai dari pura-pura tidur duluan, bernyanyi pelan sambil membaringkan badannya di kasur dan mengelus-elus kepalanya (soalnya kalo mood main-nya lebih besar, Fathir selalu mencari jalan untuk kabur, dan tugasku lah untuk membawanya kembali ke kasur tanpa membuatnya menangis karena hal itu), atau bahkan mematikan lampu supaya ia mengantuk.

Tapi kalo mamanya sedang di rumah, tugasku berubah menjadi pengganggu Fathir dunks...hihihi...
Continue Reading...

Botak!



Fathir-ku yg lucu dibotakin lagi oleh mamanya! :(

Padahal buatku, Fathir selalu lebih cakep kalo ada rambutnya. Apalagi dengan kepalanya plontos kaya sekarang, "buntut udang"-nya yg paling ku sebalin itu makin terlihat jelas! Huhuhu...


Pokoknya, walopun mukanya emang masih tetep ganteng dan lucu bangeeettt dalam keadaan botak begini, aku tetep berdoa semoga rambut Fathir akan cepet panjang lagi.

Amien.
Continue Reading...

Thursday, May 1, 2008

Hari TUPO April 2008

Hari ini aku bersikap kaya orang gila..diburu-buru waktu..hehe.. Bayangin aja, aku maksain dateng TUPO ke Bulungan padahal siangnya harus jemput nyokap ke bandara. Padahal (lagi), biasanya kalo pas TUPO, orang-orang akan bejibun memenuhi Bulungan dan harapanku untuk bisa selesai dengan cepat rasaya hampir pasti hanya sekedar khayalan...

Eit! Tunggu dulu! Selama belom terjadi, itu namanya baru spekulasi! :D

Alhamdulillah, yang terjadi padaku hari ini adalah sebaliknya, sungguh beruntung sejak berangkat ke Bulungan!

1. Nyampe Bulungan sekitar pukul 9.45, antrian udah mulai kaya ular, baik di bagian express line alias consultant yg dateng hanya boleh bawa 1 lembar orderan, maupun di antrian order di atas 5 lembar. Busyet, kalo ngikutin arus, jam berapa gw selese nih?? Ya sudlah, terpaksa pake akal sedikit. Noleh ke arah meja pendaftaran, hm antrian di depan Nila dan Andy masing-masing hanya 2 orang. Artinya, suasana hati mereka berdua bisa dibilang masih adem ayem, jadi bisa deh dimintai tolong nyelipin orderanku hehe.. Soale bisa dijamin mereka pasti pasang tampang jutek dan menolak ngerjain form order kalo antrian mereka membludak! Apalagi hari ini aku bawa Fathirku yg ganteng, yg selalu ditanya Nila saban kali aku dateng ke Bulungan, jadi insya Allah Nila nggak akan nolak requestku :p

Tembak langsung aja minta tolong Nila ngerjain orderanku sambil pasang tampang memelas : "Nil, bantuin gw dong..buru-buru nih, mo jemput nyokap ke bandara hik hik.." Alhamdulillah langsung dikerjain, walopun kita bedua pasang tampang bersalah ke orang lain yg ngantrinya nauzubillah di seberang hehe...

Kelar order, aku langsung ke bagian pengambilan barang. Kali ini sasaranku Ika, salah satu operatornya. Masih dengan tampang memelas, aku juga minta tolong dia untuk ambilin semua orderanku tadi. Alhamdulillah lagi, langsung dikerjain! Aku suruh Lulu nunggu di depan meja pengambilan barang untuk ambil orderanku kalo namaku nanti dipanggil, sembari langsung ke ruang Customer Care untuk urus request salah satu downlineku di Tebet yg complain karena kemarin salah satu barang yg diordernya rusak. Judulnya masih alhamdulillah, karena antrian diruang CC masih sedikit, jadi cuma nunggu kira-kira 10 menit aku udah sampein tuh complain ke mbak Nita hihi.. Karena aku sambil gendong Fathir (yg mulai rewel karena da ngantuk), aku telfon aja DLku itu supaya bicara langsung soal complainnya ke Nita. Tanpa perlu susah-susah (kecuali "susah" karena pulsaku uda mo abis lagi hiks), problem solved by Nita. Hooraaay....

Buru-buru cek orderan yg udah diambil Lulu (katanya ada 1 barang yg indent), aku langsung print AR. Alhamdulillaaahh...poin terakhirku 3161 dan bonusku Rp 1.371.477! Artinya poinku naik sekitar 600 BP dari tutup poin bulan Maret, artinya (lagi) aku bisa berharap bulan depan 15% yg aku idam-idamkan insya Allah terwujud. Blom lagi keuntungan produk gratis yg bakal aku dapet bulan depan karena nutupin poin utk Welcome Program beberapa DL baruku : 1 Whitening Nigh Cream senilai 99 Ribu dan 3 Parfum Amethyst senilai masing-masing 329 Ribu! Alhamdulillah... :))

Dengan kebahagiaan dan semangat yg meluap-luap, aku gendong Fathir dan ajak Lulu jalan ke pool bis Damri tujuan bandara yg mangkal di dekat Blok M Plaza. Pilih-pilih tempat duduk, niatnya sih mo bikin Fathir nyaman supaya cepet tidur, eh tiba-tiba ada 2 orang satria bergitar (alias pengamen) naik ke bis dan mulai nyanyi. Yah..ini sih namanya membangunkan macan tidur..soale Fathir pasti semangat kalo ada pengamen hiks.. Ya sudlah, aku biarin aja dulu Fathir menikmati gayanya si pengamen.

Keberuntungan lain lagi datang selama perjalanan ke bandara dalam bentuk telfon dari ibu-ibu yg berminat gabung ke Oriflame. Ngga tanggung-tanggung, 3 orang bergantian menghubungiku dalam jeda waktu ngga sampe 10 menit! Dan semuanya tinggal di daerah sekitar Bekasi hehe... Alhamdulillah, aku tinggal follow up lagi besok, kirim katalog Mei dan formulir pendaftaran. Rasanya hidup jadi makin mudah saat kita enjoy menjalani sesuatu ya..hehe.. Alhamdulillah Fathir tidur selama aku online dengan ketiga prospek itu, jadi aku ngga begitu repot selama di jalan.

Setiba di bandara, Fathir bangun. Secara tadi pagi ngga sempet dikasi sarapan (cuma makan cemilan doang), aku langsung bawa rombonganku ke A&W. Bisa diduga, Fathir makan lahap banged! Aku jadi bisa ngecek ulang dan misahin orderan masing-masing downline untuk dikirim nantinya. Sempet nelfon Sharah untuk nanya siapa yg bakal TUPO hari ini karena aku mo nitip kali aja stok yg tadi pagi aku cari bakal masuk lagi ke gudang sore harinya. Kirim SMS ke Sharah dengan banyak doa-doa, mudah-mudahan aja semua order susulan ini bisa masuk. Dasar blom rezekiku, barusan aku cek poin masih blom berubah. Artinya, order tambahan tadi semuanya gagal total nambahin poin hiks.. Yah, artinya rezekiku bulan ini emang baru segitu. Yg penting aku kan udah berusaha ya, makanya Allah ngasi rezekiku dalam bentuk lain, ya itu, 3 ibu-ibu tadi dan 1 prospek di sekitar Jakarta Timur yg udah kujanjiin ketemu hari Sabtu besok di Rawamangun jam 10 pagi. Oya, ada 1 lagi calon prospek dari web dBC-ku, seorang bapak-bapak. Mudah-mudahan semuanya closing, amien...!

Ngetik ini sambil ngeliat tampang tidurnya nyokap. Semua ini nggak akan terjadi kalo ngga ada doa yg panjang dari orang tua, betul? Jadi kepikiran mo beliin mama HP supaya mudah dihubungi. Bukannya mama ngga mampu beli (duitnya jauuhhhh lebih buanyaaakkk dari gw, you know..), tapi mama emang ga pernah mau beli HP! Katanya sih, daripada disuruh beli HP, mending uangnya bwt beli emas. Bener juga sih..tapi kan kadang susah juga kalo tiba-tiba mo ngubungin mama di saat lagi perlu, sedangkan misalnya mama lagi nggak di rumah? Alasan lainnya, mama males ditelponin papa kalo lagi pegi dengan temen-temen pengajiannya. Soale bokap emang kadang kelewatan care sih..masa pegi 2-3 jam aja nelponnya bisa 4 kali?? Takut bener bininya ilang hehe...

Ngantuk ah..jadi pingin bobo liat mama tidurnya pules banget. Apalagi udah 3 kali disuruh tidur kalo pas mama tiba-tiba kebangun hiks.. Oya, Ndutku da bobo ya? Kecapean dia kayanya, sibuk maen air di Anyer hehe.. Sebenernya aku dah dibayarin ikutan gathering kantornya ke Anyer hari ini, tapi kalo aku pegi ke sana, ngga ada yg jemput mama. TUPO-ku pun pasti berantakan karena target yg aku susun kynya sulit dititipin ke orang. Walopun pingin rest, tapi aku harus milih ngga ikutan. Lagipula kalo jadi bulan Mei ini aku ke Bali sama rombongannya Mario. Insya Allah lho..kalo poinku da "aman" untuk naek level bulan depan, amien...

Closing, teteuup.....

GO DIAMOND!

Continue Reading...
 

..::|| Ulie Punya Diary ||::.. Copyright © 2009 Girlymagz is Designed by Bie Girl Vector by Ipietoon